Seorang teman baru-baru ini menyingung soal kenapa saya sangat mellow dramatic di internet. Twitter, Facebook, Instagram, bahkan blog ini. Respon pertama saya tentu bingung.

Am I really?

Saya padahal tidak berpikir demikian atau tidak berusaha menjadi demikian. Ia tidak mendapati sisi mellow dramatic tadi ketika saya bisa ngobrol santai dan tertawa lebar di hadapan dia. Ia mendapat vibe itu karena saya yang di internet berbeda sekali dengan saya yang di dunia nyata.

Namun, bukankah kita semua begitu?

Jujur saya tidak membawa misi apa-apa, mengubah perspektif orang lain atau semacamnya. Namun untuk menjawab pertanyaannya, mungkin yang saya inginkan hanya menjadi biasa-biasa saja, kok. Sudah banyak orang di internet yang berbagi kehidupan yang seakan dipenuhi pelangi setiap hari dan–menyebabkan beberapa yang lain akan merasa menjadi nomor kesekian karena tidak memiliki hidup demikian. Seakan hidupnya tidak layak untuk diberi perhatian. Ini apa, ya? Hahaha.

Intinya saya hanya ingin menjadi penyeimbang mungkin. Di saat kehidupan di jendela lain terlihat begitu menyenangkan–layak mendapat sentuhan hati beribu-ribu kali, adalah benar-benar tidak apa-apa saat hidup kita berkebalikkannya. Saat kanal sosial media orang-orang memajang tawa paling lebar, bukan akhir dunia jika kita sedang mengusap air mata. Bukankah itu yang membuat kehidupan menjadi semakin hidup?

Selamat meneruskan hidup!

Oh, if you think I’m an anti-mainstream, no, I am not. To be honest, I’m simply lazy. Ain’t proud, really.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s