Natural

Kamu sudah di ambang kebosanan yang berujung kekal. Kamu sengaja menerjunkan dirimu ke dalam sana karena pilihan yang tersedia tidak sesuai harapan si merdeka. Kertas, senyum palsu tanpa batas, pembicaraan supermembosankan; adalah sedikit dari daftar-daftar kemungkinan yang akan kamu wajahi setiap hari.

Ini semua palsu. Kamu tahu itu.

Kepada masa depan kamu harap-harap, ia memiliki ledakan kuat. Tak terduga. Mengubah segala jalur yang telah ditetapkan  di awal mula. Ledakan yang membawamu ke dunia baru yang–belum tentu pula–dapat membuat parasmu merona dibanjiri bahagia.

Tidak, kamu tidak kangen Yogyakarta. Kamu berdua sudah tahu ini adalah waktunya meninggalkan dia.

Kamu masih perlu waktu. Mungkin. Untuk menerjemahkan hal-hal baru di sekitarmu. Maaf, tidak baru. Tidak ada yang pernah baru sedang hidup di muka bumi ini.

Beberapa detik yang lalu satu hal melintas di kepala usangmu.

Bagaimana kalau kamu bukanlah pemeran yang kamu impi-impikan. Bagaimana kalau kamu hanyalah jembatan. Bagi orang-orang. Untuk meraih tujuan. Syukur bila mereka berhasil menjadi pemeran yang mereka impi-impikan.

Tidak, ini bukan gusar. Ini hanyalah ketidaktahuan lain yang mesti akan kamu temui di masa depan nanti.

Mari bersetuju untuk menyebut ini natural.

or let us just  be not.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s