Cerita Lama

Di satu pagi kau menyemangati dengan

“Selamat menjalani hari. :)”

lalu ia berterima kasih

Tak sampai di situ, ia pula membalas

“Kamu juga,”

dengan emoticon yang sama seperti yang kaupunya

;

Kamu memberinya segala

Waktu; tenaga; dan perhatian

yang bahkan tak sebanding dengan yang kauberikan terhadap dirimu sendiri

;

Di satu malam kau mengantarnya tidur dengan kecup digital penuh penjiwaan

Centang-dua berwarna biru; itu sudah cukup bagimu

Cukup untuk membuat nuasa malammu semakin kelabu

;

Kau menimang-nimang dari segala sudut pandang

A. Ia mungkin perlu waktu;

B. Semua perlu proses; atau

C. Hanya masih perlu bersabar

;

Kauacuhkan teriakan pengingat

“He is just not into you,”

Pun setiap hari bertambah terus volume teriakan itu.

Di otakmu. Di telingamu. Di hatimu.

Kau sengaja menjadi tuli di tiga tempat itu

;

Mungkin yang kaubutuhkan hanya seseorang lain

Dengan sosok tinggi kekar

Siap dengan palu besar di tangan kanan

Untuk menghantam kepalamu–si bebal

Agar kau berhenti menjadi delusional.

Advertisements

One thought on “Cerita Lama

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s