Bingung dengan Pulang

Kok nggak pulang, Ib?

Semua tetap bertanya demikian walau saya sudah mencoba mulai memfasihkan cara saya berbicara Bahasa Jawa. Seolah ada makhluk gaib yang berteriak-teriak kepada mereka bahwa saya bukanlah bagian dari mereka. Jujur saja saya sudah kehilangan definisi tentang sebuah kata yang disebut pulang; bahkan defisini dari KBBI ini tetap saja gagal membantu saya

pu·lang v pergi ke rumah atau ke tempat asalnya;

Rumah. Lucu saat saya mendengar kata itu.

Saya sudah sangat nyaman dengan keberadaan saya sekarang. Yogyakarta; begitu mereka menyebutnya. Saya suka kota ini karena banyak manusia yang membaca; Yogyakarta memfasilitasi untuk memperoleh informasi, World Bank corner di perpus UGM, it’s just the best!; malah seorang dosen pernah bilang

kita bisa mengakses dunia lewat Yogyakarta.

Melihat begitu banyak keberagaman yang merdeka membuat saya tak henti-hentinya kagum. Kedewasaan mereka semua dalam memandang perbedaan.

Namun beberapa malam lalu, saya telah membulatkan tekad. Saya harus pergi dari kota ini. Agar pertanyaan kok nggak pulang? tidak lagi membingungkan saya. Agar pertanyaan kok nggak pulang? bisa saya jawab dengan

ini sedang siap-siap,

sambil menunjukkan tiket terbang menuju Yogyakarta.

Selamat tahun baru. Tabik!

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s