Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1993 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pertemanan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH

UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1993

TENTANG

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERTEMANAN

SEBAGAIMANA TELAH DUBAH DENGAN

UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2014

 

BAB 1

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam undang-undang ini, yang dimaksud dengan:

(1) ibnuhabibi friendship member card adalah kartu yang diberikan kepada Pihak Tertanggung oleh Pihak Penanggung dalam perihal bagaimana status hubungan pertemanan berlangsung dan dijalankan demi ketentraman bersama.

(2) Pihak Tertanggung adalah orang yang diberikan kepercayaan penuh untuk memegang teguh serta menjaga ibnuhabibi friendship member card.

(3) Pihak Penanggung adalah tak lain dan tak bukan Ibnu Habibi itu sendiri.

(4) Stage 1 adalah keberadaan Pihak Tertanggung di level pertama dalam kasta status pertemanan.

(5) Stage 2 adalah keberadaan Pihak Tertanggung di level kedua dalam status pertemanan.

(6) Stage 3 adalah keberadaan Pihak Tertanggung di level ketiga dalam status pertemanan.

(7) [..] pengertian-pengertian lain yang belum tercakup dalam ayat 1 (satu) hingga 6 (enam) dapat dipikirkan menggunakan nalar masing-masing.

BAB 2

IBNUHABIBI FRIENDSHIP MEMBER CARD

Pasal 2

(1) Setiap pihak atau orang yang telah memenuhi syarat subjektif, objektif, dan kasat mata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pertemanan dapat diberikan ibnuhabibi friendship member card kepadanya.

(2) Syarat kasat mata sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) adalah syarat tertentu yang tidak bisa didikte oleh pihak manapun kecuali Pihak Penanggung itu sendiri.

(3) Pemberian ibnuhabibi friendship member card dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa ada periode yang mengikat.

(4) Setiap pihak atau orang yang telah diberikan ibnuhabibi friendship member card kepadanya memiliki kewajiban untuk menjaga dengan sepenuh hati ibnuhabibi friendship member card tersebut.

(5) Alasan pembuatan ibnuhabibi friendship member card ini tidak lebih dari sekadar penyederhanaan hubungan atau koneksi yang terjalin dan akan terjalin antara Pihak Tertanggung dan Pihak Penanggung.

(6) Alasan-alasan lain pembuatan ibnuhabibi friendship member card diatur dalam tutur kata Pihak Penanggung saat terjadi tatap muka dengan Pihak Tertanggung.

Pasal 2A

[dihapus.]

BAB III

PENETAPAN DAN KETETAPAN

Pasal 3

(1) Setiap Pihak Tertanggung yang memegang ibnuhabibi friendship member card memiliki hak priogatif untuk mendapat huruf-huruf dalam setiap stage.

(2) Huruf-huruf sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) terdiri dari:

 a. Fr, I, e, N, dan d pada stage 1;

b. B, Es, dan t pada stage 2;

c. F, O, dan r pada stage 3 tahap pertama;

d. | | pada kolom keempat di stage 3 tahap ketiga; dan

f. e, v, e, dan r pada stage 3 tahap kedua.

(3) Pemberian huruf-huruf dalam setiap stage dilakukan ketika perihal-perihal tertentu dipenuhi oleh Pihak Tertanggung.

(4) Perihal-perihal tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 (tiga) diatur dalam susunan pikiran Pihak Penanggung.

(5) [..] hal-hal lain yang belum tercakup dalam ayat 1 (satu) hingga 4 (enam) dapat lebih lanjut diatur dalam Peraturan Pertemanan Tambahan.

BAB IV

SANKSI

Pasal 4

Setiap orang karena kekhilafannya:

a. menghilangkan ibnuhabibi friendship member card; atau

b. membuat ibnuhabibi friendship member card tidak layak pandang, pakai, dan gunakan;

maka diberikan teguran khusus yang dapat menimbulkan tanya akan kelanjutan hubungan pertemanan dengan Pihak Penanggung.

Pasal 5

(1) Setiap pihak yang dengan sengaja:

a. memalsukan ibnuhabibi friendship member card;

b. melakukan kecurangan dalam hal pengisian huruf-huruf pada setiap stage dalam ibnuhabibi friendship member card; atau

c. melakukan pelecehan dalam bentuk apa pun terkait ibnuhabibi friendship member card baik secara terang-terangan maupun terselubung, maka pihak tersebut akan ditarik dari keanggotaan ibnuhabibi friendship member card dan masuk dalam tahap pertimbangan untuk mendapatkan ibnuhabibi friendship member card ulang.

(2) Sanksi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 (satu) huruf c dapat menjadi dua kali lipat apabila telah terjadi pelanggaran sebelumnya oleh Pihak Tertanggung atau terjadinya keadaan luar biasa yang tidak bisa masuk dalam tahap toleransi.

(3) Sanksi dua kali lipat sebagaimana dimaksud pada ayat 2 (dua) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pertemanan Tambahan.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 6

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam undang-undang ini, diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pertemanan Tambahan.

Pasal 7

Dalam hal Peraturan Pertemanan Tambahan belum rampung dibuat, tutur kata dan pikiran Pihak Penanggung akan mengambil alih peran Peraturan Pertemanan Tambahan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 8

Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 7 Oktober 2014.

[penjelasan: cukup jelas.]

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s