Pesan Buat Para Pejalan Dari Seseorang yang Jarang Jalan-Jalan

Didapat dari hasil pencarian gambar di Google dengan kata kunci: Backpacker
Didapat dari hasil pencarian gambar di Google dengan kata kunci: Backpacker

Saya sedikit geram atau mungkin hanya memiliki ganjalan ketika melihat, membaca, dan/atau mendengar sekelumit kisah para pejalan yang belakangan ini wira-wiri di timeline, newsfeed, dan/atau board (?) ask.fm saya. Pengalaman ini ditambah ketika saya harus terlibat dalam percakapan dengan seseorang yang berani mengklaim dirinya sebagai, saya quote “a real backpacker.”

Jadi kisah ini berawal ketika saya pulang kantor (ciee) tadi, saya memutuskan untuk menemui teman yang sudah lama sekali tidak saya temui.

Poin-poin yang mas real backpacker ajukan cukup menarik. Di antaranya:

1. Mas real backpacker beranggap bahwa haram ketika kamu memakai tas gunung seharga 600rb dan menyebut dirimu sebagai backpacker.

2. Mas real backpacker juga menganggap haram ketika a real backpacker jalan-jalan di sekitaran Malioboro tetapi malah menginap di hotel berbintang, sebut saja seharga 500rb per malam.

3. Mas real backpacker malah sangat tidak menganjurkan untuk kamu mengenakan–yang intinya–barang-barang mahal ketika sedang “ber-backpacking”.

Ketika saya mengajukan pertanyaan: Kenapa harus demikian? Jawabannya adalah, lagi, saya quote “Karena saya belajar tentang itu.”

And I was like, give me the goddamn handbook that you’re studying then. I’d love to burn that out.

Saya tidak mengerti, benar-benar tidak mengerti, kenapa ada kotak-kotak semacam ini. Lifestyle what-so-called backpacker ini sudah sangat mengganggu alur pikir saya. Ketika seseorang mampu untuk membayar itu semua, siapa kita berani untuk memberi nilai B atau A? Bukannya perjalanan itu buat dinikmati bukan untuk dipameri sana-sini? Tidak, saya tidak menyalahkan mereka-mereka yang memang terpaksa mem-post jutaan hashtag di akun sosial medianya demi branding atau semacamnya. Itu pilihan hidup yang patut dihormati.

Mungkin untaian benang kusut ini, bisa diungkapkan dengan satu tweet brilian ini:

Didapat dari twitter.

Selamat malam. Maaf mengganggu malam kalian dan teruslah berjalan-jalan.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s