Dua

Semalam, ketika melihat jam, tertampak pukul dua puluh dua lebih dua puluh dua. Kemudian di waktu yang bersamaan saya memikirkan dua hal.

Pertama, pernah dengar istilah, “just do what you wanna do“? Pasti pernah. Jika pun belum, sekarang Anda pasti mendengarnya membacanya setidaknya dari saya.  Hal yang mengganggu pikiran saya adalah, um, bahwa setiap orang memiliki pengertian berbeda tentang arti ‘do‘ di atas. Maksud saya, kata lakukan pada setiap orang mungkin saja akan ditangkap secara tidak sama. Ada orang yang melakukan sesuatu perlu melakukan riset dahulu sebelumnya. Tentang apa saja yang perlu dilakukan sebelum memulai, merancang kerangka berpikir, dan lain sebagainya. Di lain kasus, justru ada pula orang yang melakukan ya dengan langsung saja melakukan. Tanpa berpikir rencana. Apalagi berpikir panjang. Siapa yang buruk? Tidak ada. Di sini saya bukan ingin memburuk-burukkan sesuatu. Semua orang memiliki caranya sendiri.  Itu semua pilihan masing-masing.

Kedua, jika Ibu saya masih ada di dunia, mesti saya masih berfokus untuk membahagiakan beliau. Semua bentuk perhatian, usaha, saya dasarkan pada kebahagiaan beliau. Namun sekarang kasusnya lain. Sekarang saya hanya melakukan apa yang  ingin saya lakukan dan semoga beliau senang dengan apa yang ingin saya lakukan.

Tabik.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s