Reset the Mindset

STAN

Ayo mau gaji 10jt per bulan nggak? Makanya terus lari!

Kalimat itulah yang terdengar saat tes fisik saya jalani, di menit-menit akhir saat sesi berlari. Benar saja, semua peserta berlomba-lomba mengencangkan tempo larinya. Semangat mereka terbakar oleh angka 10jt, mohon izinkan saya menulis penuh nominalnya it’s IDR10.000.000. Bahkan terbaca banyak, bukan? Sekilas tidak ada yang terdengar salah untuk memberi semangat dengan berbagai cucuran manis kalimat, you knowsugartalk. Nyatanya semua orang akan manggut dan terbakar saat mendengar kalimat yang dibalut uang. Lagipula, inilah tujuan tersirat para akademisi saat bergelut di sekolah ini, bahkan semenjak pertama kali memutuskan terjun ke sini. Uang.

So do I anyway. Now I used to.

Setelah beres dengan sejumlah tes hari itu, saya kemudian pulang dan membawa kalimat tadi ke dalam satu pertanyaan, “Apakah memang harus demikian?

STAN, sudah menjadi rahasia bersama, memiliki pesona penyukses penerus bangsa. Masyarakat (dalam hal ini orangtua) berlomba-lomba memanjatkan doa mereka kepada para Tuhannya agar anak, cucu, bahkan hingga cicit mereka nantinya dapat mengenyam pendidikan di bangku sekolah ini. Tujuan mereka pun cenderung sama, bahkan jika kita memiliki banyak waktu untuk melakukan sedikit survey kecil, ajukan saja pertanyaan “Mengapa STAN?” mesti nantinya jawaban yang akan kita dapatkan tidak lagi jauh-jauh dari, “Supaya tidak perlu repot mencari kerja,” “Hidup terjamin,” dan bla dan bla. Di sudut pandang si anak sendiri, kadang-kadang paksaan orangtua menjadi alasan mereka untuk menghabiskan masa mudanya di sekolah ini. One question pop out from my head, “Tahukah kalian bahwa Indonesia sudah hampir 69 tahun merdeka? Beralasan ‘paksaan orangtua’? Really?!” Padahal jika kita alihkan sedikit pandangan ke sisi satunya, banyak insan-insan muda yang benar-benar murni ingin merasakan ilmu yang diajarkan di sini tetapi tidak mendapat kesempatan yang sama.

Don’t take it personally, we’ve already had. But isn’t that much.

Mari saya bawa Anda ke dunia yang sedang saya jalani sekarang ini, Diploma Satu spesialisasi Pajak yang kelak akan dibawa bergabung Kementrian Keuangan (deep down I’m saying “amen for that). Pajak, sebagai sumber utama penerimaan negara, semacam menyuburi pundi-pundi APBN yang nantinya akan mengaliri keran-keran banyak kelembagaan negara. Apa yang saya pelajari sekarang benar-benar menyadarkan bahwa ilmu yang diberikan STAN sangat … I’m losing words, it’s beyond my imagination. Yang banyak orang selama ini mengecam pajak, “ladang korupsi” they say, terbantahkan sudah ketika saya melihat sendiri apa yang sedang terjadi di dalam struktural birokrasi negara ini. Sedikit saya dapat cerita dan berani saya katakan, jika pendapatan dari pajak dihentikan maka cepat atau lambat–dan itu pasti–negara ini ikut pula akan berhenti.

Berhenti kemerdekaannya.

I’m sorry for bragging. What I am trying to say is,

Negara ini membutuhkan benar orang-orang yang benar. Saya sarankan untuk mengganti mindset masyarakat tentang “pesona” Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Yang tentunya dimulai dari dalam lembaga itu sendiri. Tawarkanlah kepada “penerus bangsa” itu ilmu, bukan lembaran angka yang banyak nominal nol-nya. Akuntasi, Pajak, Beacukai, dan lain sebagainya merupakan disiplin ilmu mulia yang perlu diberikan kepada orang-orang yang mulia pula jiwanya. Sehingga nantinya, sistem negara ini berjalan sehat karena dijalankan oleh orang-orang yang sehat.

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan. Sehingga kelak, jika bakal calon mahasiswa STAN disemangati dengan kalimat, “Ayo mau gaji 10jt per bulan nggak? Makanya terus lari!” Ego mereka akan bersikap biasa saja dan sambil melihat cerahnya masa depan Indonesia. Selamat Merayakan Hidup.

Advertisements

3 thoughts on “Reset the Mindset

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s