Free Hug

(Ditulis 15 April, 2013.)

Baru-baru ini, saya melakukan satu kegiatan tidak penting lain, yaitu berbagi Free Hug untuk orang-orang asing yang saya temui di jalan. Bagi sebagian orang, kegiataan percuma saya ini hanya akan dianggap … ya percuma, atau bahkan gila. Tetapi sebagai abdi setia penganut prinsip kerja semesta, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang berakhir percuma. Apalah.

Jadi ide ini berawal dari lima faktor di bawah ini:

  1. Kemenyedihan keadaan diri yang miskin pelukan
  2. Saat jogging di pusaran UGM banyak manusia kece yang *#hrFAU@$&@((R(@FFs (BACA: kecebERAT!) tetapi tidak ada media yang memungkinkan untuk mengajak kenalan. [Pada saat seperti ini, saya amat berharap dunia menjadi panggung FTV, tabrakan > kenalan > pacaran.]
  3. Balik ke nomor dua
  4. Balik ke nomor tiga,
  5. Sudah itu saja.

Kemudian saya membuat print-out pendukung seperti ini:

Koleksi pribadi
Koleksi pribadi

Lalu bergeraklah saya dan para teman.

Koleksi pribadi
Koleksi pribadi

Pada hari pertama saya mengajak Ovi. Ovi aja, nggak tahu nama lengkapnya siapa. Dia adalah perempuan absurd yang bisa diajak berkegiatan abnormal. Jika digambarkan mungkin Ovi adalah saya versi perempuan. Iyuh. Sambil ber-jogging ­ria, kami berdua menawarkan peluk ke setiap manusia yang kami temui. Pada praktiknya, sumpah ini bikin malu. Tetapi tanggung kalau mau mundur, mengendurkan sedikit urat kemaluan, kegiatan ini berjalan ala kadarnya. Tidak sedikit kami dilempar tatapan aneh cenderung mengejek, pada saat seperti inilah saya kepengin benar pindah kewarganegaraan. Total peluk yang didapat: Ovi; 8. Saya; 4.

[anggap aja di sini ada foto2nya biar kayak blogger2 beneran. Jujur nggak sempat foto tiap manusia yang berhasil dipeluk. Selain repot, memang nggak kepikiran. Kegiatan ini lahir prematur tanpa perencanaan yang matang. Just do what, let us see what.]

Koleksi pribadi
Koleksi pribadi

Di hari kedua, saya mengajak Memet, teman sepermainan menjelajah ruas jalan Jogja. Free Hug kali ini bertempat di sepanjang Jalan Malioboro. Pun seperti kegiatan di hari pertama, kali ini juga tanpa perencanaan yang matang. Pokok e jalan ae (maafkan kemampuan berbahasa jawa saya). Kali ini kami hanya memakan korban satu orang, dari belanda saya kira. Lucunya, sebelum memulai misi, kami hanya ingin mendapat peluk dari orang asing dan WE DID IT! :D

Kesimpulan dari kegiatan ini, kadang-kadang, manusia perlu sejenak melakukan aktivitas di luar kotak-kotak pikiran manusia kebanyakan. Jujur, saya bahagia sekali setelah melakukan ini. Aspirin sama sekali tidak dapat menggantikan khasiat pelukan dan selagi masih bisa berbagi, lakukanlah. Tidak perlu mahal. Apa saja. Yang penting bahagia. \(^o^)/

[belakangan saya berpikiran untuk jalan kaki dari Kaliurang 13,5 ke UGM kota. :))]

Advertisements

5 thoughts on “Free Hug

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s