Labirin Tak Berisi

Didapat dari hasil pencarian gambar di google dengan kata kunci: labirin.
Didapat dari hasil pencarian gambar di google dengan kata kunci: labirin.

Saya sedang di tengah keramaian manusia. Semua sibuk berkegiatan pada konsentrasinya. Tidak dengan saya. Walaupun ada yang harus saya selesaikan, namun saya hilang selera. Bukan pertama kalinya saya mengalami ini, kondisi yang memerangkap saya untuk berhenti tidak pada waktunya. Sebagai informasi, saya sudah tidak membuat komunikasi dengan manusia secara sadar kuranglebih seminggu lamanya. Memang tidak mungkin kalau dalam periode selama itu saya tidak bertemu manusia lain, yang saya maksud adalah komunikasi yang membuat saya rela terlibat dalam topik yang sedang dibicarakan. Belakangan ini saya macam menutup diri terhadap lingkungan, ada masalah diri yang harus saya selesaikan. Dan setelah mencoba selama kurun waktu tadi, saya gagal. Tidak mungkin rasanya tidak berkomunikasi dengan pikiran lain. Manusia dilahirkan sendiri, di bumi ini mereka bersinggungan satu sama lain, setelah dirasa cukup, manusia ditarik kembali, sendiri.

Lama-lama pikiran ini menyiksa diri sendiri. Banyak hal yang saya pikirkan tetapi belum menemukan muara untuk mewujudkan. Saya masih membutuhkan lebih banyak kesadaraan. Waktu kemarin, saya mencoba bermeditasi. Hanya berbekal baca sana-sini, saya menemukan cara bermeditasi paling sederhana: bernafas, secara sadar.

Tiap tarikan nafas dilakukan dengan penuh kesadaran, begitu pun saat mengeluarkan. Mungkin dirasa sia-sia, tetapi (seharusnya tidak boleh meletakkan tetapi setelah tanda koma, tapi ((lagi)) terserahlah) saat saya praktikan cukup bermanfaat juga. Saya macam lebih menyatu dengan alam. Karena jika ditarik sampai ke level atom, manusia dan alam ini merupakan satu kesatuan. Meditasi ringan saya tadi macam menjembatani hubungan alamiah saya dan alam itu sendiri. Tiap udara yang masuk dan embuskan betul-betul saya sadari keberadaannya. Dulu juga guru biologi saya pernah bilang, oksigen akan lebih terasa manfaatnya kalau ditahan sejenak sebelum dikeluarkan. Saya lupa detailnya dan jangan berharap banyak terhadap kemampuan mengingat saya.

Setelah melakukan tarik-tahan-embus nafas tadi, pikiran ini sedikit lebih segar. Walaupun masalah krusial tidak mendadak hilang, tetapi saya merasa sedikit lega bahwa masalah saya makin bertambah. Itu artinya makin banyak proses pemrosesan yang akan saya alami dan saya  harap bisa diselesaikan.

Selamat hidup.

Advertisements

2 thoughts on “Labirin Tak Berisi

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s