Dahlan Iskan dan Masa Depan

(Ditulis 09 Januari, 2013.)

Dahlan Iskan

Baru-baru ini, media ramai memberitakan kasus kecelakan mobil listrik seorang menteri BUMN, Dahlan Iskan. Kabar yang beredar cukup menyita perhatian saya karena berita ini sudah berseliweran di mana-mana, televisi, media sosial, sampai teman-teman saya ikut membicarakan. Duh, sebenarnya saya sangat bukan orang yang memedulikan kabar di televisi, apalagi kabar menteri, tetapi berita ini menarik perhatian karena menyangkut isu lingkungan. Ciailah.

Polemik yang beredar mengatakan bahwa mobil listrik tersebut belum mengantongi izin kelayakan turun ke jalan, bahkan belum memiliki nomor polisi resmi, tetapi anehnya Dahlan Iskan sudah beredar ke jalanan menggunakan mobil ini. Bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi tindakan ini jelas membahayakan keselamatan orang lain. Atas nama seorang menteri, polisi memperbolehkan tindakan ini, bahkan sempat mendapat kawalan khusus. Ada satu artikel cemerlang yang membahas masalah ini, ditulis oleh @motulz bisa dilihat di > sini.

Melepas itu semua, sore tadi saya menyaksikan wawancara Dahlan Iskan di Metro tv. Bincang-bincang selama 30 menit itu jelas sekali seperti menyudutkan Pak Dahlan. Di awal acara, Dahlan Iskan telah mengaku salah tetapi tetap saja pembawa acara membahas tetekbengek tentang uji kelayakan, status menteri, dsb. Sampai ketika acara hampir selesai, mungkin Dahlan Iskan bosan dengan pertanyaan menyudutkan retoris pemancing amarah dari host tersebut, Dahlan Iskan berkata dengan nada rendah sekali “Tadikan saya sudah mengaku salah dan meminta maaf, apa perlu saya bersujud di kaki Anda lagi?” kurang lebih begitu. Maafkan kemampuan penggambar keadaan saya tidak sebaik itu, tetapi saat menyaksikan adegan itu saya melihat ketulusan Pak Dahlan Iskan. Mungkin ini pencitraan, tetapi saya tidak peduli. Maksud Dahlan Iskan jelas, beralih ke mobil listrik demi memperringan “beban” bumi. Saya memandang ini sebagai solusi lain berkendara. Mobil listrik minus emisi gas buang ini merupakan solusi cemerlang bagi kemajuan peradaban. Sudah saatnya manusia berubah. Sudah saatnya bumi ini dimanja-manja dengan sikap manusia yang lebih mengerti tentang nggak enaknya jadi bumi. Tetapi memang tindakan Dahlan Iskan tadi tidak patut dipuji. Pak Dahlan ingin mengubah negeri ini, meskipun caranya salah. Tapi biarlah, namanya juga orang tua. Eh.

Saya sangat menunggu perkembangan mobil listrik ini. Semoga berlabuh ke arah yang baik. Pasti akan lebih banyak pro dan kontra. Inilah demokrasi. Ibarat seorang bayi, Indonesia baru berhenti konsumsi ASI. Tahap berikutnya: belajar jalan. Saya makin cinta dengan negeri ini.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s