WONDER – R. J. Palacio

(Ditulis 23 Oktober, 2012.)

WONDER sendiri merupakan novel fiksi terjemahan yang baru terbit September kemarin. Menceritakan tentang anak bernama August yang terlahir sedikit—sebut saja itu banyak—berbeda di bagian wajah dibanding anak-anak seusianya. Dengan kondisi demikian, tentu saja August menjalani hidup dengan berbagai masalah yang harus ia hadapi, untungnya ia tidak sendiri. Di sini August selalu ditemani keluarga kecilnya—Ibu, Ayah, dan seorang kakak perempuan bernama Via, oh, bersama anjingnya, Daisy. Banyak kehangatan yang saya rasakan saat membaca beberapa bagian tentang keluarga ini. Kehangatan keluarga yang sudah lama tidak saya rasakan. *mas, jangan curhat terus, mas. fokus mas, fokus.*

Saat menginjak usia tingkat lima, August dianjurkan untuk bersekolah di sekolah umum (sebelumnya ia hanya belajar di rumah bersama ibunya) oleh orangtuanya. Awalnya August menolak, tetapi akhirnya ia mengambil tawaran tersebut. Dan di sinilah semua konflik itu dimulai. August bertemu dengan berbagai macam karakter, perlakuan, dan masalah di dalam dirinya. Terlepas dari “drama-drama” tadi, novel ini memberi pengalaman membaca yang berbeda. Diceritakan dengan mengambil beberapa sudut pandang dan ini benar-benar brilian. Entah apa jadinya kalau penulis hanya menyuguhkan melulu satu sudut pandang, yaitu milik August seorang, selain akan sangat menguras energi, pasti pembaca akan mati kebosanan saat membacanya. Buku ini cocok sekali untuk segala usia, terutama anak-anak yang mengalami fase tidak percaya pada diri sendiri. Banyak yang bilang, kalau menulis buku anak sangatlah tidak mudah, tetapi buku ini berhasil merobek jargon itu. Penulis tidak melupakan realita bahwa buku anak tidak hanya dibaca oleh anak-anak itu sendiri, melainkan orangtua anak ikut pula membacakannya untuk anak mereka. Dengan bahasa yang santai, penerjemah telah melakukan perkejaannya dengan sangat baik.

August sosok sederhana yang sangat menginspirasi saya. Dunianya memang tidak seluwes manusia normal lain. Karena dia harus siap ditempa oleh pandangan aneh dari orang-orang yang ia temui di jalan dan dia juga harus siap atas segala risiko sakit hati atas cibiran yang ia terima, tetapi ia tetap santai saja menjalani hidupnya. Baginya, bahagia adalah menerima pelukkan hangat dari ibunya. Baginya, bahagia adalah kepercayaan yang diberikan ayahnya. Baginya, bahagia adalah tertawa bersama Vio kakaknya. Baginya, bahagia adalah bahagia bersama keluarga kecilnya, tanpa perlu menaruh peduli atas apa yang terjadi di luar sana. Terima kasih, August Pullman, atas perjalanan yang kamu bagi di novel ini. Terima kasih sekali.

“Seharusnya semua orang di dunia ini mendapatkan sorak-sorai penghormatan setidaknya satu kali dalam hidupnya, karena kita semua berhasil menghadapi dunia.” –Augie–

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s