Selalu Dibuntuti Mati

(Ditulis 21 September, 2012.)

Sebut saja dia seorang R, perempuan dengan senyum ramah yang cenderung renyah ini teman nyata sedari SD hingga tadi pagi, tepatnya ketika saya dikabarkan bahwa dia telah tiada dari dunia ini. Pesan singkat yang saya baca ketika baru saja terbangun dari tidur itu berulang kali saya cerna di otak mati saya.

Ini serius? Ngga mungkin ah. Nyet, secepet ini??!

Tidak henti-hentinya saya mengumpat bak orang gila yang divonis waras. Gila. Belum ada seminggu lalu kami bercengkrama lewat video chat di Yahoo! Messenger. Masa udah meninggal aja? HAHAHAJENG.  :’((

Selama ini dengan seenaknya saya selalu membuang-buang waktu. Seolah dunia ini hanya berjalan di atas kesepakatan antara saya dan saya. Tidak pernah sedetik pun terpikir bahwa ada aturan mutlak yang mengatur nyawa yang saya punya sekarang ini hanya secuil titipan yang kelak harus saya pertanggungjawabkan. Selama ini saya selalu diikuti kematian. Dan selama ini pula kematian semakin mendekat, dekat, dan dkt.

Saya selalu lemas saat harus membicarakan kematian. Satu demi satu orang-orang di dekat saya telah dijemput oleh kematian. Orang tua, paman, kakek, nenek, teman, sahabat, dan berpuluh-puluh nama lain meluap keluar dari dunia. Momen paling puncak ketika saya kehilangan kedua orang tua, saat itu juga saya tertawa dan bertanya, “Tuhan, kapan giliran saya?”.

Sebentar..

Sudah.

Dear dearest R, selamat jalan yes. Pokoknya nanti kalo aku udah dapet giliran kayak kamu, kita harus ketemu di sana. Kemarin kan janjiannya ketemuan di Bandung pas aku ulang tahun, tapi ya sudahlah ya. Oh iya, kalo di sana ketemu mamaku, titip salam, peluk, cium, pake brutal sekalian. Kamu tahu seberapa kangennya aku sama dia. Lucu ya? Apa coba? Bahahaha. Kamu inget ndak pas aku tanya apa cita-cita kamu terakhir kita ngobrol kemarin? Kamu bilang cita-cita kamu: mati. Kamu bilang mati itu masa depan setiap orang. Kamu santai aja gitu jawabnya. Aku juga jadi nge-iyain aja. Terus kita ketawa sampe gila. Seengganya sekarang cita-citamu sudah kesampean, R. Sampai ketemu lagi. I love you like crazy. :’D

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s