Tentang Sendirian

(Ditulis 13 Agustus, 2012.)

Momen lebaran seperti sekarang, adalah masa dimana setiap umat berkumpul bersama keluarga. Setelah satu tahun dilapisi oleh jarak, saat-saat inilah kita diperbolehkan untuk membunuh semua medium yang menghalangi selama ini. Tapi tidak dengan saya. Mau curhat sedikit. Kayaknya banyak. Pokoknya baca aja. *ganjel mata yang baca pake donat.*

Kehilangan kedua orang tua di umur yang belum genap delapanbelas tahun adalah ide paling buruk yang pernah Tuhan buat untuk menguji hidup saya. Di umur-umur segini, HARUSNYA, saya bisa berembuk tentang pilihan universitas yang akan saya ambil, mempertimbangkan pindah tempat kuliah karena saya tidak menemukan masa depan saya di sana, dan hal-hal (yang kelihatannya) sepele lain yang mau tidak mau harus saya hadapi.

Anehnya Tuhan adalah pelawak sok lucu yang sudah berkali-kali saya ingatkan untuk tidak membuat joke murahan tapi tetap saja dia lakukan.

Klimaksnya saya sekarang seperti merasa hidup dalam jiwa yang mati. Saya sangat-sangat bosan dengan apapun di dunia ini. Literatur yang itu-itu saja. Seperti menjadi seekor hamster yang sedang berlari kencang padahal saya hanya diam. Di satu tempat. Tidak berpindah.

Sebenarnya sedang apa saya di sini? Maksud saya, kehidupan macam apa semua ini? Berjalan sendiri, membuat keputusan sendiri, bahkan saya harus mengatur segala sesuatunya sendiri. Pahit? Iya. Sakit? Banget. Terus gimana? Ya cuma bisa HAHAHAHAHA aja.

Bermonolog dengan Tuhan juga makin membuat saya makin terlihat bodoh. Dan memang bodoh.

Kenapa saya? Kenapa harus sekarang? Kenapa kenapa ini harus selalu berujung di kenapa?

Begitulah.

Kadang setiap orang sangat menginginkan kebebasan. Dan setelah semua itu didapatkan? Datanglah kebingungan. Faktanya saya lahir ke dunia ini sendirian. Dan akan mati pun sendirian. Tapi apa harus semua itu saya rasakan, SEKARANG?

Cape. *minum dulu.*

Apa yang ingin saya sampaikan? Tidak ada. Saya hanya ingin melepas ini semua.

Hidup membawa manusia ke tempat tidak terduga. Bahkan rencana yang sudah digodok lama sebelumnya, bisa saja over-cook dan terbuang begitu saja. Kalau hidup ini misteri, Tuhan adalah pohon beringin. Angker soalnya *apeu*.

Ya sudah. Selamat berkumpul dengan keluarga masing-masing. Mohon maaf apabila saya membuat bugs di kehidupan maya ini.

Selamat hari raya idul fitri. \(^o^)/

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Sendirian

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s