LDR Antara Dua Mesin ATM

(Ditulis 17 Februari, 2012.)

Pengenalan; Kisah ini ditulis berdasarkan pengamatan oleh sekitar dan pengamatan oleh pribadi terhadap nasib malang sebuah mesin ATM. 

Mungkin banyak yang akan bertanya siapakah dua pasang pejuang LDR paling malang di jagad raya ini? Jawabannya tak lain tak bukan yaitu pasti ….. *musik serem: Vierra – Kesepian.* MESIM ATM. Mau tau kenapa? Mari saya jelaskan.

Berapa jarak paling jauh dua insan yang sedang memadu kasih bisa dikatakan sebagai pasangan LDR? Ada yang menjawab, “Ya seperti jarak antara Jakarta – Bandung lewat Lampung lah.” – itu tadi adalah jawaban paling mendekati kebenaran. Tapi jawaban paling layak adalah “Jarak antar mesin ATM yang hanya dua senti.” JENG JENG! *musik dramatis: Vierra – Dengarkan Curhatku.*

Pernahkah saudara-saudara setanah air sekalian membayangkan bahwasanya ada mesin-mesin ATM di luar sana yang saling jatuh cinta? Mereka itulah dua pasang LDR paling malang di dunia. Lebih pahit mana antara “Jauh di mata, dekat di hati” atau “Dekat di mata, jauh di hati”? Dan saya mulai bingung. MasMesin dan mbakMesin ini ditakdirkan untuk berada di satu area yang sama seumur hidup mereka tapi tidak pernah bisa berpelukan, bahkan berpegangan tangan. Tragis.

Pada saat saya ke ATM Corner di salah satu tempat, saya mendapati dua mesin ATM yang berbeda induk saling mengacuhkan satu sama lain. Mereka hanya termangu dan diam. Lalu saya langsung beranggapan, “Pasti mereka sedang marahan.”. Ya, saya memang sepintar itu.

Lalu tanpa pikir panjang, saya mendekati masMesin yang sedang diam tadi untuk ….. mengambil uang. Saat saya sedang berada di depan masMesin, saya melirik sedikit ke arah mbakMesin. Tanpa menaruh sedikit peduli, mbakMesin tetap mengarahkan wajahnya lurus ke depan. Lalu saya langsung beranggapan, “Pasti mereka sedang marahan.”. Ya, saya memang sepintar itu. Maaf atas tindakan copy-paste saya barusan.

Untuk memecah suasana sepi, saya mencoba bersiul-siul, tapi karena saya ngga bisa siul, yaudah. Seperti biasanya, masMesin menanyai saya pin tapi lewat kata-kata, “Masukkan pin Anda…”, begitu katanya. Walaupun sedang marahan dengan mbakMesin, masMesin ini tetap professional kerjanya. Dia tetap menggunakan bahasa yang santun, tanpa menggunakan CAPSLOCK KAYAK GINI. test, okay.

Saya sesekali menengok ke arah mbakMesin, tapi mbakMesin tetap saja pada pendiriannya yaitu, ‘diam’. Haduh. Saya mulai habis akal bagaimana caranya supaya masMesin dan mbakMesin ini berbaikan seperti sedia kala, setelah usaha yang saya lakukan selama ini, eh bentar, *baca dari atas sampe paragrap ini.*, ehmm, daritadi memang saya belum melakukan tindakan mediasi apapun untuk mendamaikan masMesin dan mbakMesin sih, tapi, yaudah.

Usaha saya untuk mendamaikan masMesin dan mbakMesin sia-sia sudah. Setelah uang keluar saya berjalan pergi tapi sambil lesu. Ya supaya lebih dramatis aja. *musik sedih: Vierra – Jadi Yang Kuinginkan.*. Saat berjalan keluar, saya masih tetap menatap ke arah mbakMesin, masih menyimpan harap supaya mbakMesin berubah dari pendirian yang ‘diam’nya itu. Tapi semua percuma. MbakMesin ini kalau saya perhatikan seperti Angelina Sondakh di persidangan kasus Wisma Atlet, beliau kekeuh menolak semua fakta yang diungkap oleh jaksa penuntut umum. Sampai mana tadi? Oh iya.

Lalu saya sudah tidak lagi memedulikan kisah cinta antara masMesin dan mbakMesin. Saya hanya berdoa di dalam hati agar Tuhan memberi jalan terbaik kepada kisah cinta masMesin dan mbakMesin. Saya tulus mendoakan. Setelah jauh berjalan, saya mulai bisa melupakan kedua pasang LDR paling malang tadi. Sampai akhirnya saya membuka dompet, lalu mendapati bahwa SAYA LUPA NGAMBIL KARTU ATMNYA MASA. Bergegas saya lari menuju ATM Corner di salah satu tempat tadi, saya menghampiri masMesin, tapi kartu atm saya sudah lenyap ditelan oleh masMesin. Saya hanya diam dan harap maklum. Karena saya beranggapan “Pasti masMesin ini kelaparan karena mbakMesin ngga masak di rumah.”. Ya saya memang sepintar itu.

Kemudian saya pulang dan senang.

Tamat.

Pesan yang dapat diambil; Jangan pernah tertipu oleh masMesin dan mbakMesin yang saling diem-dieman. Mereka memang begitu orangnya mesinnya. Karena yang terpenting adalah ‘Ambil uang Anda, lalu jangan lupa kartu ATMnya, ya’. Yaudah. Sampai jumpa.

*nangis sambil tutup kuping karena dipaksa dengerin dua album Vierra.*

Advertisements

One thought on “LDR Antara Dua Mesin ATM

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s