Selamat Jalan

(Ditulis 16 Januari, 2012.)

Untuk bapak, yang semoga sudah tenang di alam sana.

Halo, bapak. Sebenarnya agak ‘geli’ buat saya untuk memberi judul surat ini sebagai surat cinta. Bhak. Karena saya tidak terlalu cinta dengan bapak. Di sini saya hanya ingin mengucap terimakasih karena tindak-tanduk yang sudah bapak lakukan di hidup saya dan keluarga.

Bapak, terimakasih karena telah menjadi ayah yang begitu tidak sempurna. Setiap mengingat semua kejahatan yang bapak buat terhadap saya dan keluarga, rasanya darah naik sampai ke ubun-ubun. Bapak tidak pernah berubah sampai ajal menjemput. Tapi saya berterimakasih karena dari sikap bapak yang satu ini saya belajar untuk ‘memaafkan’. :D

Bapak, terimakasih karena sikap bapak yang sangat mengila-gilai uang. Dua tahun lalu bapak mengusir saya dan keluarga dari rumah. Saat itu juga hati saya hancur. Saya tidak mengerti apa yang akan terjadi di kehidupan saya mendatang, tapi coba saya jelaskan. Pengusiran yang bapak lakukan membawa perubahan besar di kepribadian saya. Jujur, terpaksa tinggal di rumah tetangga belakang rumah, membuat saya belajar untuk terbuka terhadap lingkungan sosial. Sebelumnya bapak tahu bahwa saya anak yang paling anti untuk membuka pembicaraan dengan orang. Tapi semenjak saat itu saya mulai mawas diri untuk menerima semua keadaan. Saya juga belajar bertahan terhadap segala keadaan. Memang dulu saya sangat dendam terhadap bapak. Tapi sekarang? Tidak sama sekali. Uanglah yang membuat bapak lupa terhadap apa itu kasih sayang. Ya begitulah kurang lebih.

Saking banyaknya prilaku minus yang bapak lakukan membuat saya terlalu malas untuk mengingat-ingat. Delapanbelas tahun hidup di dunia dengan kondisi begini, membuat saya terlalu mudah bersyukur untuk setiap berkah kecil yang diberikan Tuhan. Mungkin saya lebay. Tapi terserahlah. Hanya ini yang bisa saya lakukan. Detail kecil kehidupan membawa saya untuk berjiwa besar. Dan baru saja saya membual. Bhik.

Bapak, jika di alam sana ada gadget yang terkoneksi internet dan kebetulan bapak membaca ini saya cuma mau menyampaikan. TERIMAKASIH! Saya cinta bapak apa adanya. Sampai bertemu di sesi kehidupan berikutnya. Semoga pada saat itu tiba, bapak lebih baik jiwanya dan mau berbaur dengan saya sebagai ‘keluarga’. Semoga sukses, pak. :D

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s