Life Traveler; Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan

(Ditulis 03 Desember, 2011.)

Saya bingung harus memulai darimana, tapi yang jelas saya sangat suka dengan buku yang ditulis oleh Windy Ariestanty ini. Sebuah kisah sederhana bermakna luar biasa dari kumpulan beberapa cerita dia dalam mengarungi dunia.

Windy (maaf sok akrab :p) adalah penulis favorit saya. Gaya bahasa yang ringan, tidak bertele-tele dan keluwesannya mengambil sudut pandang adalah hal-hal yang membuat saya sering tertegun kagum olehnya. Tulisan pertama Windy yang saya baca adalah Lucerne: A Morning Kiss Bye from A Stranger (The Journeys; 2011) (Dan ternyata dimuat juga di buku ini), kisah saat Windy menjelajah pagi di Lucerne, Swiss. Lagi-lagi penggambaran cermatnya membuat saya menghargai setiap ‘kebetulan’ yang terjadi di hidup ini. Pada saat itu juga, saya langsung jatuh cinta dan memburu tulisan-tulisan lain oleh Windy Ariestanty.

Kembali ke Life Traveler, secara keseluruhan buku ini memuat kisah-kisah perjalanan Windy yang dibagi kedalam #18 bab dan dua judul penutup,

#1 Berkemas

#2 Ha Noi: The City of Peace

#3 A Home Away from Home

#4 Welcome Home

#5 A Sleeping Beauty On the Sleeping Bus

#6 Tentang Mereka yang Jatuh Cinta

#7 Bahasa Manusia

#8 Not Foreigners

#9 FrankFurt: Mula Harapan, Goethe Haus, dan Book Fair

#10 Seet Escape to Prague

#11 Toi Toi: (Unknown) Traditional Coffee Shop

#12 Menunggu di Heidelberg

#13 A Morning Kiss Bye from A Stranger

#14 10-10-10: Dalam Sebuah Perjalanan Menuju Paris

#15 My Point Zero in Paris is Lous Vuitton

#16 Paris: Bertemu Malaikat di Kilometer Nol

#17 Red Light District dan Thai Girls Show

#18 Satu Malam di O’Hore

Kisah Dari Teman Sepermainan

Sebuah Catatan Menuju Pulang

Semuanya diceritakan dengan manis tanpa ada bagian yang percuma. Selama membaca, saya seperti diaduk paksa oleh Windy untuk ikut merasakan emosi dalam cerita. Pesan yang disaratkan juga dengan mudah bisa saya tangkap. Plus yang paling penting, saya tidak sama sekali merasa ‘tersiksa’ ketika membaca. Acap kali beberapa buku yang saya baca membuat kalimat panjang yang tak saya mengerti tujuannya kemana, tetapi Windy tidak sama sekali melakukan itu. Saya menikmati setiap rentetan huruf yang dia buat. Salut!

Satu bab yang saya suka adalah, #5 A Sleeping Beauty On the Sleeping Bus. Di sini, Windy mencoba memaparkan keasyikannya dalam mengamati gerak-gerik orang di sekitar (errr.. Sounds like stalker :p). Saya juga pembaca manusia. Mengamati kegiatan orang lain adalah hobi saya. Mungkin ini menjadi karakter seorang Libra (entah zodiak Windy itu apa. :p). Rata-rata teman Libra saya mempunyai hobi yang sama. Kebiasaan ini membuat kami sadar untuk berhenti sejenak dan mengamati dunia sekitar. Yay! Saya ngarang. :p

Satu lagi buku yang akan saya masukan ke dalam list Buku-Wajib-Baca-Berulang-kali, Life Traveler oleh Windy Ariestanty. Terimakasih telah menulis ini. \(^o^)/

Advertisements

2 thoughts on “Life Traveler; Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s