Fenomena Menikah Muda(h).

(Ditulis 23 Oktober, 2011.)

Belakangan ini, banyak teman-teman saya yang memutuskan menikah di usia yang sangat belia, oh, omong-omong umur saya masih 18 tahun. Ahem. Entah apa yang terpikirkan oleh mereka semua, tanpa pikir panjang mereka mengganti status (entah sosial ato bukan) dari lajang menjadi kaum berumur yang berpasangan. *aih matek*

Baru saja tadi pagi saya melihat wall facebook saya, dan ditemukan satu lagi teman yang menikah. Iya, DI FACEBOOK! God, segitu sakral kah hubungan mereka sampai-sampai harus dikasih label “Menikah”. Tanpa pesta? Upacara adat? Dan tanpa *ahem* mengundang saya untuk MAKAN-MAKAN???? (Iya, saya rakus.)

Apa yang sebenarnya salah dari alam semesta ini? Semua abege berlomba-lomba merasakan menikah dengan mudah dan seolah akan menjalani hidup mereka untuk bersama? (Kasih tau aja nih, ah ngga jadi deh.)

Andai Siti Nurbaya hidup di jaman ini, mungkin dia akan menangis lulai berember-ember karena anak-anak sekarang bisa menikah seenak jempol (jika lewat handphone) atau seenak telunjuk (jika menggunakan touchpad laptop/mouse komputer) tanpa harus dipaksa oleh orang tua. How sad Siti Nurbaya!

Bahkan ada satu teman saya yang katanya belum sempat bertemu pasangan ‘nikah’nya. Dude? Seriously? Jadi kalo dipikir-pikir, hubungan suami-istri-virtual mereka berawal dari foto profil, kemudian naksir, kemudian klik tombol add, di-approve oleh pihak lainnya, ngobrol ngalur-ngidul lewat facebook chat, kemudian menikah! Damn! Mudah banget! Kalah deh kucing jantan saya yang musti berantem dulu dengan saingan kucing lainnya demi terlihat jantan di depan kucing betina, intip-intip kebiasaan si kucing betina, deketin malu-malu si kucing betina, saling uber-uberan, ribut di depan rumah orang sampai ditimpuk sendal, dan rintangan-rintangan lainnya sebelum akhirnya, errr..menikah‘? (Kepikiran untuk membuatkan akun facebook untuk kucing jantan saya, supaya memudahkan dia  mencari pasangan saat musim kawin tiba.)

Eww, saya mulai ngga ngerti dengan fenomena menikah muda(h) ini. Yang jelas saya tidak akan pernah melakukan ini semua. Gila aja! Emang menikah di facebook dapet amplop dari tamu undangan? Enggak kan! (Oh iya, saya juga pelit!) HA!

Advertisements

2 thoughts on “Fenomena Menikah Muda(h).

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s