Intrik Kaum Ababil

(Ditulis, 17 September 2011.)

Gue lagi duduk di Starmart Tendean, spot favorit gue belakangan ini sebagai fakir sinyal wifiWifi di tempat ini lumayan menjanjikan nggak kayak di tempat free hotspot kebanyakan, tulisan WIFI segede gaban tapi kecepatannya mengecewakan, ya mirip-mirip kayak siput jompo yang lagi bantuin nenek-nenek nyebrang jalan, pake gerak slow motion *catet*.

Berhubung daerah Tendean ini terdapat pula gedung stasiun tv, jadi pemandangan sehari-hari gue di sini nggak jauh-jauh dari pegawai tipi yang mondar-mandir dengan seragam kayak tukang pijit, dan satu kategori makhluk aneh lain yang keputusan tentang penamaan spesiesnya masih dirundingkan bersama oleh MUI dan FPI (tumben akur!). Sebut saja mereka  “abege alay labil” biasa disingkat AAL *lah*.

Sebenernya gue bingung dengan mereka ato karena gue yang terlalu seneng mikirin kebingungan tentang mereka, entahlah, yang jelas mereka ini nggak masuk akal banget. Sekelompok anak yang beramai-ramai berpenampilan nyentrik kemudian dengan keganasan yang mereka punya, apalagi kalo bukan teriak-teriak di tempat umum macam mau bangunin orang sahur.

Gue keganggu banget kalo harus berada di satu lingkup area dengan mereka, peduli setan dengan teknologi penyimpanan data di awan, sekarang gue lebih butuh teknologi yang dapat mendeteksi kehadiran-kehadiran makhluk mengerikan ini, jadi gue bisa kabur duluan satu tahun masehi sebelum mereka dateng. Satu jam harus berdekatan dengan mereka kayak ngebuat gue harus THT selama satu bulan sambil rawat jalan tiga bulan. *entahlah*

Gue jadi kepengin ngobrol dengan salah setengah (untuk test drive jangan banyak-banyak) dari mereka, tapi makin gue perhatiin tingkah mereka ini memang benar-benar mengerikan, really. Gue takut kenapa-kenapa setelah ngobrol dengan mereka. Memang, don’t look book just from the cover, but these Allay are not a book, right? *uwopo*

Gue cuman kepengin tanya kenapa mereka sampai untuk memutuskan merubah identitas secara drastis ini, gue yakin kalo di KTP mereka tertulis “Alay garis keras” untuk suku bangsa nya (sampe sini gue bingung). Ngga mungkin ada asap kalo ada ngga ada api (kecuali kalo kentut lo berasep, ngga heran), dan pasti ngga mungkin ada perkara di balik penyebab perkara (tolong iyain aja), pasti kehidupan ngga kasih banyak pilihan sama mereka-mereka ini. Mereka korban kejam nya kehidupan. Gue yakin banget. Tapi seberat-beratnya hidup gue, gue ngga akan pernah nulis nama facebook gue “B!bI T4q MeMPuY4i PiL1h4n” (believe me, nulis ini lebih lama dari pada enam paragraph di atas). Doh. Susah amat sih jadi mereka. Salut banget deh sama Alay-alay ini. You rawk guys!!!

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s