Anyway, “Rindu”, who are you?

(Ditulis 10 Agustus, 2011.)

Bersama ini saya ungkapkan semua perasaan di hati,

Kamu, ya, lagi-lagi kamu, tahukah apa yang kamu tinggalkan di hati, otak, dan keseharian saya? Saya tidak bisa berhenti sedetikpun memikirkan keberadaan kamu, kita terpisahkan oleh.. ya, kamu pasti tahu.

Merasa gila, tak berdaya, dan segala hal lemah lainnya. Rindu semacam makhluk pembalas dendam nomor satu. Sekarang, rindu membombardir hati saya tanpa belas kasihan dan saya merasa sama sekali tak berdaya..

Ekstensi diri semacam diubah seenak jidat oleh  rindu. Kadang saya menjadi manusia emosional tingkat dewa, dan dalam waktu yang tak lama saya bisa menjadi manusia periang tanpa sebab. Disini, rindu mulai mengambil alih karakter asli saya..

Dua tahun lalu, Mama pergi meninggalkan saya untuk selamanya. Bekas yang ditinggalkan kepergian Mama tentu saja sakit dan setelahnya rindu datang menghampiri, well, rindu, who are you?

Tepat kurang dari satu bulan lalu, kamu ikut masuk kedalam kehidupan rumit saya, dan sekarang, kamu meninggalkan bekas yang sama, hhmmm.. bukan, bukan karena kamu pergi layaknya Mama, tapi, oh please, perlu dijelaskan?

Duh.. Terlihat sudah betapa rindu menguasai diri saya. Saya harap, suatu saat, kita bisa bertatap muka, dan membunuh rindu bersama. Klimaks.

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s