Ini untuk kamu

(Ditulis 25 Juli, 2011.)

Sebelumnya, saya tidak mengerti benar apa itu cinta, bentuk, rasa, bahkan hati sendiri yang ikut terlibat di dalamnya. Tapi, sekarang saya bisa bilang, dunia akan indah saat dihampiri cinta *minus laura*. Tak perlu berpanjang lebar, karena saya tidak sedang membicarakan persegi panjang, ato, tidak perlu ber-phi r^2, karena… yaudah deh ya tidak perlu diteruskan juga.

Dear, kamu, ya, kamu yang selalu menghampiri saya disaat jenuh. Ini adalah surat cinta pertama yang saya tulis benar-benar untuk seseorang diluar lingkar garis keluarga, karena sudah pernah saya buat sebelumnya, untuk Mama, kakak, dan bayi kecil bernama Kazha.

Saya tak tau harus berkata apa, maksud saya, memilih kata apa yang mewakilkan perasaan saya sekarang ini. Kata CINTA yang hanya terdiri dari 5 kumpulan huruf dan 2 huruf hidup, saya rasa belum cukup, karena yang saya rasakan saat ini lebih dari itu, dan saya sekarang merasa lebih “hidup” semenjak kamu ada mengisi hari saya. *apasih*.

Oke, serius, ya, kamu selalu marah ketika saya mulai tidak serius. Topik yang kita bicarakan begitu kompleks, bahkan lebih kompleks dari hidup saya sendiri. Ahh.. Dibagian ini saya sulit berekplorasi, Kamu membuat saya tidak mengerti dengan diri sendiri.

Saya melarang hati untuk mencintai seseorang sampai mati, karena kalo saya mati, lantas siapa yang bisa saya cintai? Seperti yang saya bilang tadi, saya merasa “hidup” saat dihampiri cinta yang kamu bawa *halah*. Ya, saya bukan seorang gitaris yang berlagak romantis dengan musik yang bikin hati menangis. Saya hanya anak tengil berideologi magis, yang mempunyai kisah cinta selalu berakhir tragis. Masih mau coba?

Kita telah berencana ini dan itu, bertemu di tempat ini dan itu, tapi kita boleh berencana sebegitu detail dan semoga Tuhan ikut menganggukkan kepala sembari tersenyum saat kita tertawa bahagia bersama *sumpah, ini merinding*, Amin, heu?

Mungkin kamu bertanya “Sebenarnya kamu sedang berbuat apa?”, anggap saja di hati kamu ada sebuah pohon besar dan saya sedang membaret batangnya. Saya ingin meninggalkan bekas, eh, sakit ya? Maaf ya.. Oke, saya mencari istilah lain, Ehmmm. Anggap saja di hati kamu ada sebuah pohon kecil, dan saya sedang menyirami pohon itu hingga besar, heu? Impas? *no hope*

Ini semakin terasa bualan tanpa arti, oke, saya hanya ingin bilang, “Sekarang saya sedang terjatuh di lubang hitam, tanpa tujuan, dan sedang bergenggam tangan dengan seseorang, dan itu kamu. Lubang itu bernama “Relationship”, kita tidak pernah tau ada monster besar apa di depan sana, ato ada ular berbisa yang membuat kita mati oleh racun pekatnya, We’ve no choice, kita harus berjalan ke depan mecari sinar terang di ujung sana, eh, ato kamu bawa senter? Terserah deh ya, mungkin terasa lebay, mengingat umur saya sekarang udah main cinta-cintaan, lah emang ada melarang? At last but not least, I LOVE YOU *lah itu dikit, Nyet* *bodo suka-suka*”. Tamat. Horeeee. :)

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s