Antara Telinga, Otak, dan Hati

(Ditulis 1 Juli, 2011.)

Entah siapa yang bebal, faktanya umur tidak menjamin kedewasaan. Saat pulang dari Jakarta, kakak bertingkah seperti orang gila. Dia marah tanpa sebab yang jelas, meluapkan semua amarah-nya ke diri saya, lah salah saya apa? Ingin sekali rasanya saya mematikan fungsi Telinga, agar sumpah-serapah tak berguna yang Kakak keluarkan tidak sampai ke Otak dan diteruskan ke Hati  saya. Tapi semua Fantasi dangkal itu tak mampu saya kerjakan. Nyata-nya, saya hanya diam membiarkan kegilaan luar biasa Kakak menujam sakit makhluk kecil bernama “Hati”, teman baik saya sedari kecil.

FYI, Tidak sulit jika ingin membuat saya gila, cukup keluarkan kata-kata tajam yang dapat melukai Hati saya. Bukan tidak bisa membalas dengan perkataan, tapi saya hanya tak mau rasa penyesalan itu datang. Dulu, saat berumur 16 tahun, Mama sempat menangis kesakitan, akibat kata-kata saya yang keterlaluan. Dengan lancar saya melawan perkataan Mama, saya mengoceh terus-terusan, dan membuat Mama [amat] sakit Hati. Mama ngambek cukup lama, sekitar 1 tahun, ya, kami tinggal satu atap tapi tak satu kata pun keluar setidaknya untuk saling menanyakan kabar. Akhirnya, saat moment lebaran saya meminta maaf, dan untung Mama termasuk makhluk berdada lapang [(-) silikon] ciptaan Tuhan, jadi Mama dengan mudah memaafkan kesalahan bodoh saya. Sejak saat itu, saya tak pernah lagi mau mengeluarkan kata-kata kasar untuk [keluarga sendiri] orang yang lebih “Tua” dari saya.

Tapi kali ini, Kakak semakin binal, kata-kata tidak pentingnya membuat mulut saya gatal ingin membalas, tapi mengingat peristiwa dengan Mama, saya memutuskan untuk tetap diam, menerima caci-maki sepihak yang Kakak buat. Percaya ato tidak, Kakak adalah makhluk sial ciptaan Tuhan, kehadirannya sangat tidak saya harapkan karena sangat sering membuat Kami sekeluarga pusing tujuh dikali seribu seratus keliling (oke, lebay, dan baru saja saya membuat penilaian sepihak untuk Kakak).

Kebanyakan, orang-orang menganggap umur adalah kasta tertentu yang saling membedakan. Perhatikan, hal apa saja yang tidak ato enggan dipercayakan kepada *uhuk* anak muda? Mulai dari mengatur keuangan, sampai hal yang paling sepele, sekedar dipercayai pendapatnya saat orang tua sibuk mencari jalan keluar untuk sebuah masalah keluarga [Ini 10% curhat]. Satu cerita sedikit, dulu Bibik [Adik Mama] menerapkan aturan kecil tentang pengaturan keuangan sedini mungkin kepada anak-anaknya. Jadi, Bibik memberikan semacam uang bulanan kepada semua anaknya, uang itu harus diatur sedemikian rupa hingga cukup untuk satu bulan penuh. Bayangkan, umur mereka saat itu masih 6 tahun tapi sudah dipercaya untuk mengatur hal kompleks macam itu. Penerapan sistem demokrasi yang baik di keluarga Bibik, membawa hasil tersendiri kepada Anak-anaknya. Sekarang Anak Bibik yang berumur 16 tahun semacam jadi penjelma akuntan lulusan Strata 1. Saya pernah dibuatnya mangap sempurna saat Dia begitu repot menceramahi saya yang menggunakan uang semaunya. Memang gak salah juga, saya justru kagum kepada Dia. Andai sistem itu diterapkan pula di keluarga saya, ah sudahlah, ini tak akan mengubah perkara apapun di kehidupan saya.

Balik ke sikap Kakak, saat saya lihat akun facebook Dia [Terimakasih kepada Mark, Kamu membuat semua orang dapat membaca pikiran orang lain macam paranormal langganan prabayar], ternyata Kakak sedang marah dengan Pacar-nya. Wait, dan Kakak meluapkan semua itu ke diri saya? Oh, Oke..

Sudahlah, mungkin Tuhan menyematkan kemampuan tersembunyi kepada saya, hanya saja saya belum menyadarinya. Mungkin saya dapat terbang kesana-kemari mencapai puncak tertinggi Monas dan menyetuh si-emas murni, ato membaca pikiran orang lain [tanpa membuka akun facebook-nya]. Tapi jika semua itu benar, saya hanya memohon kepada Tuhan, agar saya diberikan kemampuan mematikan Panca Indra tertentu saat saya mau, terutama Telinga, Otak, dan Hati. : “(

Advertisements

Bubuhkan Komentar (Put a Thought)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s